Jumat, 06 Juni 2014

PERAN ROH KUDUS BAGI ORANG PERCAYA 'ROH KUDUS PENOLONG ANDA MERAIH PENGHARAPAN'

ROH KUDUS PENOLONG ANDA MERAIH PENGHARAPAN
(Peran Roh Kudus Bagi Orang Percaya)
Oleh: Widhi Laksana


Yoh 14:16-18a
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.



“Aku tidak akan meninggalkanmu sebagai yatim piatu.”, itulah janji Tuhan. Seperti seorang anak yang selalu dicukupi kebutuhannya oleh orang tua, demikianlah Tuhan memperlakukan kita.
Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita menantikan pengharapan dengan sia-sia. Dia akan memimpin kepada pengharapan itu. Dia juga yang akan campur tangan sampai kita meraih pengharapan tersebut.

Bagaimana cara Tuhan campur tangan dalam kehidupan orang percaya?
Yaitu dengan memberikan Roh Kudus(RK) dalam diri orang percaya.

Apa saja peran Roh Kudus bagi orang percaya?

1)   ROH KUDUS menjadi JAMINAN (Efesus 1:13-14)
“... ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu....”

Peran RK yang pertama, RK menjadi meterai Allah bagi orang percaya.
Tanpa Roh Kudus orang percaya tidak memiliki jaminan terhadap janji Allah.
Meterai itu menyatakan bahwa orang percaya memiliki jaminan memperoleh: 1) keselamatan kekal. 2) keberhasilan (berkat) dalam Kristus Yesus.

Pengharapan yang pasti adalah janji Tuhan. Untuk memperoleh jaminan terhadap janji Tuhan, tidak ada cara lain harus memiliki Roh Kudus.


 2)   ROH KUDUS menjadi PENOLONG
RK menjadi penolong bagi orang percaya, dengan:
ü  Menyertai, (Yoh 14:16)
Kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan apapun RK menyertai orang percaya untuk memberikan perlindungan.

ü  Menginsafkan (menyadarkan), (Yoh16:8)
RK memberi belaian kasih yang membawa orang percaya sadar akan ketidakmampuan dirinya karena dosa, membutuhkan pengharpan melalui kebenaran dan memiliki pengertian akan konsekuensi dosa. 
Jadi melalui pertolonganNya orang percaya menjadi pribadi yang rendah hati, hidup dalam kebenaran dan takut akan Tuhan.

ü  Memimpin, (Yoh 16:13)
RK memimpin kepada kebenaran Tuhan. Ada dua jenis kebenaran: 1) Kebenaran Umum. Kebenaran Allah dalam ‘alam semesta dan moralitas murni dalam hati nurani’. 2) Kebenaran Khusus. Kebenaran akan pribadi Allah dan Firman Tuhan.


3)   ROH KUDUS menjadi KEKUATAN (Kisah Para Rasul 1:8)
‘Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu’

RK menjadi kekuatan bagi orang percaya. Kekuatan disini bukan berarti kekuatan pasif(kata benda). Tetapi seorang pribadi yang menjadi sumber kesanggupan diri seseorang untuk melangkah meraih pengharapan.
Maka saat RK menjadi sumber kekuatan dalam diri orang percaya, doa, perkataan dan tindakan orang percaya memiliki kuasa yang dahsyat dan ajaib.


4)   ROH KUDUS menjadi PENDOA (Rom.8:26)
‘... tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.’

Alkitab jelas mengatakan RK berdoa untuk orang percaya dengan ‘keluhan-keluhan tak terucapkan’. Kata ‘keluhan-keluhan‘ menunjukkan ada satu tumpahan perasaan yang dalam dari RK tentang kesesakan orang percaya yang didiamiNya. Dan itu ditujukan kepada Allah secara langsung.

Inilah empat peran penting Roh Kudus bagi orang percaya, maka sikap yang benar terhadap Roh Kudus:
1)     Hormati Dia setiap waktu sebagai Pribadi Agung.
2)     Mintalah Roh Kudus mengendalikan diri Anda.
3)     Libatkan Dia dalam setiap aspek hidup Anda.

PERCAYALAH TIDAK ADA KEBERHASILAN SEJATI DILUAR PENYERTAAN ROH SUCI.





























Senin, 05 Mei 2014

TIGA BERKAT AGUNG KEBANGKITAN TUHAN YESUS KRISTUS

TIGA BERKAT AGUNG
KEBANGKITAN TUHAN YESUS KRISTUS
oleh: Widhi Laksana


Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."  (Yoh 20:27)


Jika kita melihat ayat diatas nampak Tuhan Yesus
menekankan pentingnya percaya terhadap kebangkitanNya.
Karena hanya dengan percaya, kuasa kebangkitanNya
menjadi nyata dalam hidup orang percaya. Kuasa
kebangkitan Tuhan berbicara tentang dua hal:
KESELAMATAN, yaitu kebangkitan rohani yang mati
karena dosa, (Yoh. 11:25,26).
BERKAT AGUNG, yaitu berkat rohani disediakan Tuhan bagi mereka yang percaya.

Firman Tuhan dalam Yohanes 20:19-31 menunjukkan tiga bagian besar BERKAT AGUNG yang akan kita terima saat percaya kebangkitanNya:
  •  PENGGENAPAN JANJI

20:19b-20aPada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka.

Firman Tuhan menunjukkan sebelum kematianNya, Tuhan Yesus pernah berjanji dihadapan muridNya: 1) Dimana para murid berkumpul dalam namaNya maka Dia hadir, (Mat.18:20). 2) Setelah kematianNya Dia akan bangkit pada hari ketiga, (Mat.17:22). Dan melalui kebangkitanNya dan kehadiranNya ditengah-tengah mereka, membuktikan janjiNya telah digenapi.

Kebangkitan dan kehadiran Tuhan bukan karena doa/keinginan para murid, tetapi kehendak Tuhan sendiri. Dari hal ini dapat kita pahami bahwa
a.     Janji Tuhan pasti adanya.
b.    Tuhan tidak pernah lupa akan janjiNya.
c.     Tuhan menggenapi janjiNya berdasar kehendakNya.


  • DAMAI SEJAHTERA

20:19b “Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:21a Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu!

Damai sejahtera disini adalah damai sejahtera yang mencukupi kebutuhan batin manusia dari Allah. Setelah damai sejahtera diberikan kepada kita, maka tanggung jawab kita adalah menjaganya. Harus kita sadari, kita hanya penerima damai sejahtera, bukan sumber. Dengan demikian ada kemungkinan damai sejahtera itu terlepas dari genggaman kita.
Karena salah satu strategi Iblis untuk menghancurkan kita adalah mencuri sejahtera dalam hidup kita. Setelah mencurinya, dan hati kita tidak sejahtera, maka iman yang tertanam dalam hati kita menjadi terhimpit pertumbuhannya dan akhirnya iman itu menjadi mati, inilah puncak pekerjaan kuasa kegelapan, yaitu membinasahkan kita dengan mematikan iman percaya kita kepada Yesus Kristus. (Yoh. 10:10).

Sifat damai sejahtera yang Tuhan berikan bagi kita bahwa damai sejahtera itu: 
1)     Bersumber dari Tuhan. Saat damai sejahtera diberikan oleh Tuhan menunjukkan bahwa sumber damai sejahtera adalah Tuhan sendiri.
2)     Tidak terbatasi oleh keadaan apapun. Damai sejahtera diberikan Tuhan dua kali, saat mereka dalam keadaan takut dan sukacita. Ini menunjukkan damai sejahtera Tuhan tidak terbatas oleh keadaan apapun.
3)    "Terbatas" hanya bagi orang yang percaya. Kata ‘bagi kamu’ menunjukan batasan hanya bagi mereka yang diberikan.

  •   ROH KUDUS

20:22 Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

Berkat ketiga yang teragung dari kebangkitan Yesus,
yaitu Roh Kudus. Alkitab mencatat hanya dua kali tindakan menghembuskan roh kepada manusia. Pertama,
saat Allah menghidupkan manusia, Kej 2:7. Kedua, saat Tuhan memberikan Roh Kudus kepada muridNya, Yoh 20:22.
Saat Roh Kudus diberikan kepada orang percaya, ini berarti orang percaya memiliki:
1)     Status baru, menjadi anak Allah (Rm. 8:16)
2)     Hidup baru, menjadi ciptaan baru (II Kor. 5:17)
3)     Kuasa, memiliki otoritas dan kapasitas ilahi (Kis. 1:8)


Ketiga berkat Agung tersebut tidak ada kepada siapapun didunia ini selain hanya dalam Yesus Kristus. Syarat untuk menerima Berkat Agung Kebangkitan Tuhan tersebut hanya dengan PERCAYA.  Saat kita percaya berkat agung dalam kebangkitan Tuhan Yesus sudah kita terima. Biarlah melalui kebangkitannya, keraguan kita dilenyapkan. Melalui kebangkitanNya, ketakutan kita dilenyapkan. Dan melalui kebangkitanNya kita beroleh kemampuan untuk hidup kudus dihadapan Tuhan.

Tuhan memberkati.Amin. 



















Rabu, 16 April 2014

KEMENANGAN BERSAMA TUHAN 3 (RAJA ASA) 'SIKAP BENAR MENGHADAPI TANTANGAN BESAR'

SIKAP BENAR MENGHADAPI TANTANGAN BESAR
2 Taw 14:9-15
Oleh: Widhi Laksana

Tulisan sebelumnya kita sudah belajar bagaimana kemenangan bersama Tuhan dapat kita raih. Pertama, dengan mengusahakan kesejahteraan. Kedua, Mempersiapkan menghadapi tantangan yang akan datang.
Sekarang kita akan belajar bagian ketiga, yaitu sikap benar menghadapi tantangan besar.

Jika kita memperhatikan kehidupan Asa. Tuhan selalu menyertai seluruh kehidupan Asa, tetapi hal itu bukan mengartikan Asa tidak menghadapi tantangan. 

Saat Tuhan mengijinkan Asa menghadapi tantangan, terdapat 5 prinsip Asa miliki. Dan prinsip inilah membawa kepada kemenangan Asa dalam menghadapi tantangan:

MELANGKAH MENGHADAPI
Ay 10a “Lalu Asa maju menghadapinya…”

-          ‘… maju menghadapinya…’ menunjuk kepada sikap mental. Mentalitas adalah cerminan iman. Jika iman ciut, maka saat diperhadapkan dengan tantangan dia akan memiliki sikap kecut.
Bukti mentalitas Asa, walaupun diperhadapkan dengan 1.000.300 pasukan Etiophia, dengan 580 ribu pasukannya (ay 8) dia tidak melarikan diri. Sikapnya untuk ‘maju menghadapi’ menunjukkan kekokohan imannya. Kata  ‘maju’, dalam terjemahan KJV menggunakan kata ‘out’, keluar. Apakah Asa sebelumnya didalam? Ya, Asa berada dalam zona nyamannya, zona nyaman Asa adalah kesejahteraannya (ay 6-7).

Teladan yang dapat kita miliki:
ü  Hadapi ketakutan. Kunci mengalahkan ketakutan adalah dengan menghadapinya.
Kata takut/kuatir dibagi menjadi dua, Worry : kuatir mendetail (soal makanan,pakaian,dll), afraid : kuatir menyeluruh (menghadapi kematian). Seringkali ketakutan yang menghambat langkah kita adalah ketakutan yang tidak pernah terjadi.
ü  Kenali kerikil dalam hati kita. Tantangan terbesar kita bukanlah batu besar didepan kita, tetapi kerikil kecil yang ada dalam hati kita, yaitu takut, kuatir, sungkan & enggan(malas).


       MENYUSUN STRATEGI
       Ay 10b “mereka mengatur barisan perangnya….”
-          Kemenangan tidak akan kita terima tanpa kita memiliki langkah untuk menang. Langkah untuk menang: mentalitas, strategi, tindakan.
Strategi mendapat tempat yang kedua dalam langkah kemenangan, karena strategi menjadi jembatan antara kekuatan hati dan ketepatan tindakan. Sebuah kalimat penting, ‘gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan’. 
-          Langkah perencanaan. Ams 24:6 “Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.”, memberikan 2 bagian penting dalam sebuah perencanaan: 1) rencana, 2) penasehat.
a.       Tuliskan Rencana, sebuah kalimat bijak mengatakan ‘pencil 5 cm mampu mengalahkan 50 otak profesor’.
b.      Bagikan. Penasehat, sebuah kalimat bijak mengatakan ‘otak orang terpandai didunia, dikalahkan 5 otak orang terbodoh diseluruh dunia.’

Untuk melawan bangsa Etiophia Asa tidak cukup hanya melawan dengan mentalitasnya, dia membutuhkan strategi untuk melawannya, karena melalui strategi dia akan:
ü  bertindak tepat sasaran,
ü  mengurangi kesalahan fatal yang menghancurkan,
ü  melihat peluang untuk menang.

BERSERU KEPADA TUHAN
Ay 11 “Kemudian Asa berseru kepada TUHAN, Allahnya….”

Asa berseru kepada Tuhan setelah dia berkomitmen menghadapi musuhnya dan menyusun rencana untuk melawan, kenapa dia tidak berseru dulu baru menghadapi dan menyusun strategi?
Pelajaran yang Tuhan ajarkan untuk kita memiliki
1)      Pribadi yang tidak cengeng. Tuhan rindu kita menjadi pribadi berani yang tidak menyerah sebelum melangkah.
2)      Pribadi yang tidak malas. Kita menggunakan kekuatan kita tetapi mengandalkan kekuatan Tuhan.   
Seruan Asa meminta pertolongan kepada Tuhan. Asa menyadari bahwa 1) tanpa Tuhan dia tidak sanggup melakukan apa-apa. 2)hanya Tuhan yang sanggup menolongnya. Inilah sikap yang harus kita miliki ‘saat kita merasa kuat untuk turun tangan mengerjakan, Tuhan akan mengangkat tanganNya. Dan saat kita merasa tidak mampu dan mengangkat tangan kita, Tuhan akan menurunkan tanganNya untuk menolong kita.’ Inilah sifat Allah, penuh kasih dan keadilan. KasihNya yang selalu siap menolong kita, keadilanNya yang selalu siap mengajar kita. 
Seruan Asa menunjukkan sikapnya kepada Tuhan, sikapnya:
-          Bersandar kepada Tuhan.
-          Mengakui kekuatan tangan Tuhan.
-          Menjadikan Tuhan sebagai Penolong hidupnya.

MENGIJINKAN TANGAN TUHAN BERTINDAK
Ay 12 “Dan TUHAN memukul kalah orang-orang Etiopia…”

Setelah Asa berseru, Alkitab mencatat ‘…Allah memukul kalah…dihadapan Asa dan Yehuda’, dengan kata lain, Asa hanya melihat, Tuhan yang berperang. Saat Tuhan berperang Asa tidak campur tangan , inilah sikap yang tepat! Ijinkahlah Tuhan bertindak sekehendak hatiNya. Karena Dia melakukan dengan dasar diriNya, dengan caraNya, dan dengan kekuasaanNya.  Makna tersirat i mengijinkan Tuhan campur tangan dalam hidup kita:
-          Tidak membatasi kehendak Allah.
-          Tidak membatasi cara Allah.
-          Menghormati kedaulatan Allah dalam hidup kita.

MENGEMBALIKAN HASIL KEMENAGAN KEPADA TUHAN
Ay 15 “…lalu mereka kembali ke Yerusalem.”

Yerusalem adalah kota suci bagi bangsa Yehuda.[1] Tempat dimana umat Allah beribadah dan mempersembahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Yehuda dalam kepemimpinan Asa menjadi bangsa yang berbudi, memahami arti berterima kasih kepada Tuhan. (II Taw 3:1)


SIKAP ANDA MENENTUKAN APA YANG AKAN ANDA TERIMA! 





[1] Kehancuran Kerajaan Israel, II Taw 11:16-19, menjadi 2 bagian: Israel(Yerusalem), Yehuda.

KEMENANGAN BERSAMA TUHAN 2 (RAJA ASA) 'MEMPERSIAPKAN MASA TANTANGAN AKAN MENGGONCANG'

MEMPERSIAPKAN 
MASA TANTANGAN AKAN MENGGONCANG
2 Taw 14:7-8
oleh: Widhi Laksana

Tulisan sebelumnya mendorong kita untuk meraih kemenangan dengan MENGUSAHAKAN SEJAHTERA dalam hidup kita melalui raja Asa. 
Saat ini kita masih dalam tema yang sama, tetapi dalam bagian kedua. Setelah sejahtera kita capai, apa yang harus kita lakukan untuk mempersiapkan saat dimana tantangan datang.
Asa orang yang bijak, dia tidak menyianyiakan waktu untuk bersenang-senang saat sejahtera diberikan oleh Allah, saat-saat itu dia mempersiapkan masa dimana tantangan akan menggoncang. 
Tiga sikap Asa mempersiapkan masa tantangan akan menggoncang:

§  Membangun tembok pertahanan,
ay 7 “…Marilah kita memperkuat kota-kota ini….”

Untuk memperkuat kota-kota yang dia pimpin yang dilakukannya,
‘ …mengelilingi dengan tembok…’,  Dia membuat satu pagar yang kokoh. Pelajaran bagi kita, kita harus membuat pagar dalam hidup kita, salah satunya dengan doa kita kepada Tuhan.

‘ …beserta menara-menara…’, Dia membuat menara pengawas, hal ini untuk mengawasi pergerakan musuh dan memudahkan untuk mengatur posisi pertahanan/menyerang. Pelajaran bagi kita, kita harus memiliki kerohanian yang terus terjaga , waspada memantau keadaan kita terhadap musuh, yaitu Iblis.

‘…pintu-pintunya….’, Dia memeperkuat pintu-pintunya untuk selektif terhadap orang-orang yang masuk keluar kekota itu, menghindari pengintai. Pelajaran bagi kita, kita harus menjaga pintu jiwa kita, yaitu telinga & mata kita.

‘…palang-palangnya…’, Dia memperkuat palang-palangnya supaya saat serangan tiba tembok-tembok yang memagari kota itu tidak mudah roboh. Pelajaran bagi kita, kita hendaknya memiliki 'penopang' dalam hidup kita yaitu rekan seiman kita.

§  Mencari Tuhan
ay 7b “Negeri ini masih dalam tangan kita, karena kita masih mencari Tuhan…”

Kata 'karena kita masih', menunjukkan ada satu usaha yang dilakukan terus menerus menjaga tetap berhubungan dengan Tuhan.
Asa sangat memahami bagaimana mengusahakan sejahtera dan siapa sumber sejahtera, mengusahakan sejahtera dengan bersekutu dengan Tuhan. dan sumber sejahtera adalah Tuhan yang memberikanNya. 
satu sisi sejahtera diusahakan, sisi lain sejahtera adalah Anugrah. Tuhan melihat dengan belas kasihan, Tuhan yang mengaruniakan.



§  Mempersiapkan pasukan 
ay 8 “Pasukan-pasukan Asa yang dari Yehuda jumlahnya tiga ratus ribu orang…”

Mempersiapkan pasukan berbicara tentang mempersiapkan kekuatan yang lebih besar. Teladan bagi kita, saat tantangan belum menghadang, jangan terlena teruslah terjaga, gunakan waktu yang ada untuk membangun diri kita. Biarlah nanti saatnya kita diuji, kita tetap menang menghadapi ujian tersebut.



KEMENANGAN ADALAH PERSIAPAN + KESEMPATAN! 

GUNAKANLAH KESEMPATAN YANG ADA UNTUK MEMPERSIAPKANNYA!



KEMENANGAN BERSAMA TUHAN 1 (RAJA ASA) 'MENGUSAHAKAN KESEJAHTERAAN'

“MENGUSAHAKAN KETENTRAMAN”
2 Taw 14:2-8
 oleh: Widhi Laksana
Salah satu tokoh Alkitab yang harus kita teladani kehidupannya adalah Raja Asa.
Asa adalah raja Yehuda yang ketiga setelah terbentuknya dua kerajaan yang terpisah, Israel dan Yehuda. Asa memerintah selama 41 tahun(1 Raj 15:9-24; 2 Taw 14-16). Ia memulai pemerintahannya dengan mengadakan pembaharuan terbatas: menghapuskan pelacuran bakti dan dengan berani memecat Maakha, neneknya, dari kedudukan ibu-suri, menghancurkan patung Asyera ilah neneknya (1 Raj 15:13). Beberapa bukit pengorbanan dia gusur(2 Taw 14:3) yang lainnya boleh tinggal (1 Raj 15:14; 2 Taw 15:17). Permohonannya kepada Siria untuk membantunya menghadapi Baesa raja Israel, merupakan tindakan tak beriman yang mendapat kecaman seorang pelihat(2 Taw 16:7).[1]

Segala kesejahteraan yang dimiliki Asa berasal dari kasih karunia Allah. Tetapi bukan berarti sejahtera itu datang tanpa perjuangan, seperti pipa yang tersumbat agar air itu tetap mengalir maka yang harus dilakukan harus membuang sumbatannya. Untuk mengusahakan kasih karunia Tuhan terus mengalir setidaknya Asa memiliki 4 sikap yang harus diteladani.

·         Bertindak benar dihadapan Allah
 ay 2 “Asa melakukan apa yang baik dan yang benar di mata TUHAN, Allahnya.”

Baik berbicara mengenai sifat, benar berbicara mengenai kualitas. Baik dan benar berbicara mengenai: 
-          Standar, kesesuaian ukuran yang sudah ditentukan Allah.
-          Sejati, keutuhan antara tindakan dan hati, tidak ada kemunafikan. 
Manusia melihat apa yang ada diluar, Allah melihat hati. Bertindak benar dihadapan Tuhan berdasarkan satu motifasi yang suci untuk menyenangkan hati Tuhan.

·         Menghacurkan berhala dalam kehidupan
Ay 3 “Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala dan menghancurkan tiang-tiang berhala.”
Ay 5 “Ia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan pedupaan-pedupaan dari segala kota di Yehuda….”

Salah satu kejijikan dihadapan Tuhan adalah saat kita menduakan hati Tuhan. perintah 1 dan 2 dari 10 perintah Allah menunjukkan bahwa kita harus memiliki penyembahan hanya kepada Tuhan saja tidak ada yang lain. Sikap kedua yang harus kita teladani adalah membuang penyembahan lain selain Tuhan Allah dalam kehidupan kita.

·         Bukan hanya menjadi pelaku namun ‘pendorong’
Ay  4 “….supaya mereka mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka dan mematuhi hukum dan perintah.”

Asa bukan hanya melakukan tindakan benar dihadapan Tuhan, tetapi mendorong orang lain disekitarnya untk bertindak seperti dia. Inilah pemimpin yang baik, pemimpin yang berusaha mendorong ‘tim’ yang dipimpinnya memiliki kualitas ilahi.


MARI KITA MENGUSAHAKAN KESEJAHTERAAN DIMANA KITA BERADA SESUAI DENGAN KAPASITAS DAN PANGGILAN KITA. Amin. 



[1] Ensiklopedi Alkitab Masa Kini 1. Hal 102